Jalmi Lieur
Banyak hal yang terjadi di semester ini, dan bisa dibilang ini adalah semester terberat yang pernah saya hadapi seumur hidup! Dengan sekian banyak target yang ingin saya capi di smester ini, yang terjadi pada diri saya seolah seperti seseorang yang menyerah pada keadaan dan diam begitu saja, LEMAH!!! Satu hal yang membuat saya heran adalah diri saya sendiri yang tetap tidak bergerak untuk berubah, saya hanya terdiam dan hanya melamun, merenung tanpa ada hasil, dan setelah itu hanya uring2an ga jelas. Yang pasti saya mengalami FUTHUR, dan ini sangat parah...Kondisi paling parah sepanjang hidup saya. Saya memang sadar akan kekacauan hidup saya, saya juga punya keinginan untuk memperbaiki segalanya, namun saya seolah kehilangan jalan, saya tidak tahu apa yang harus dilakukan dan saya merasa sangat sulit untuk bergerak, menyelesaikan masalah.
Kuliah, kegiatan yang menyangkut akademik saya jalani dengan sangat sembarangan, seenaknya dan berantakan, cerdas saja tak cukup, saya harus rajin, tapi ternyata saya adalah seorang PEMALAS. Dan situasi ini sangat kacau, kacau sekali.
Karir, usaha yang saya coba rintis ternyata sulit sekali untuk berkembang, bahkan sulit untuk mulai, saya hampir tidak bekerja (keras) untuk mengurus masalah ini. Sementara training di perusahaan itu masih saya jalani, cukup lancar karena trainingnya sangat SANTAI.
Hubungan dengan orang lain, mungkin saya termasuk orang yang mampu bersosialisasi dengan baik, saya punya banyak teman di berbagai komunitas, namun seorang teman saya membuat saya makin pusing dengan kelakuan dan karakternya yang ANEH, mungkin juga saya-lah yang aneh. Ada satu hal yang bisa membangkitkan motivasi saya sebenarnya, seandainya memang dia ada untuk itu. Tapi saya tidak mau berharap pada dia karena dia juga bisa jadi adalah hal yang akan membuat saya makin pusing dan TERPURUK. Sekarang, sebenarnya saya harus mulai dengan memperbaiki diri, diawali dengan TOBAT, lebih banyak beribadah dan beramal. Mungkin cobaan ini terjadi karena terlalu banyaknya DOSA yang saya lakukan di masa lampau, mungkin (pasti) ada banyak orang yang pernah tersakiti lahir dan atau batinnya oleh saya, mungkin (pasti) ada sebuah ke-dzalim-an yang pernah saya lakukan, mungkin (pasti) banyak utang yang belum terbayarkan. [Untuk paragraf ini, kata "mungkin" memang sepertinya harus diganti dengan kata "pasti"]



0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home